UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

ARISCOOL RACING DIVISION

YAMAHA YZR M1

“the blue shark”

Menggapai Tenaga puncak

             Berbekal Informasi dari Vale rossi saat uji coba, Yamaha terus melakukan penyempunaan YZR-M1. selain mempersiapkan senjata andalan sekaligus sebagai upaya agar gelar juara dunia tidak berpindah tangan

                 Setelah sekian lama menunggu akhirnya YAMAHA sukses bersama Valentino Rossi menapak podium tertinggi sebagai juara dunia di kancah MotoGP 2004.Itu adalah momen paling bersejarah setelah terakhir kali  mengantarkan Wayne Rainey jadi juara dunia pada tahun 1992.

                 Kerja keras tim pabrikan  YAMAHA dan Italiano terlihat nyata hasilnya. Didukung peranan divisi pengembangan teknologi YAMAHA yang dikepalai oleh Jeremy Burgess. Namun kemenangan tidak membuat tim ini terlena, R&D terus dilakukan agar bersaing dengan tim-tim kuat lain seperti HONDA dan DUCATI. Mulai dari mesin,sasis,pengapian hingga fairing semua terjamah.tujuannya untuk mencapai tenaga puncak lebih cepat tanpa mengorbankan penyaluran tenaga yang halus. Mampukah Yamaha mempertahankan gelar juara dunia?

 

MESIN

                 Tahun ini Yamaha tetap mengandalkan mesin berkonfigurasi  inline 4 silinder, Hanya sekarang menggunakan 4 katup tiap silinder.tidak lagi mengandalkan 5 silinder seperti tahun lalu. Penyempurnaan desain pin dilakukan untuk meningkatkan akselerasi dan topspeed

                 Hal ini semakin memudahkan pembalap untuk membuka gas lebih awal di tiap tikungan. Pasalnya tenaga motor yang disalurkan lebih halus,yang berarti pemakaian ban lebih awet. Otomatis pengendalian jadi lebih mudah

                 Sistem kerja elektronik juga mengalami perubahan besar. Kali ini Yamaha menggunakan  Engine Management System (EMS) terbaru mengkalibrasi Magneti Marelli menjadi 25% lebih kecil dan ringanbahkan mampu memantau idle control system (ICS) dan traction control system (TCS)

SASIS DAN SUSPENSI

                 Dari tahun 2003 hingga sekarang, pabrikan Yamaha tiak pernah absen memperbaiki kinerja sasis dan suspensi. Walaupun konsepnya sama yaitu mempermudah pengendalian dan meredam feedback.

                 Mainframe atau sasis pada bagian atas dibuat lebih panjang. Sehingga titik berat mesin lebih bertumpu ke tengah. Alhasil, kerja sokbeker lebih ringan meskipun pembalap melakukan pengereman keras.

                 Untuk mengimbangi titik berat mesin, swing arm juga mengalami perubahan panjang. Dampak nya motor lebih masuk tikungan. Namun mempermudah pengaturan ban belakang (rear wheel steering) saat masuk maupun keluar tikungan.

Yamaha YZR M1, terbaik di bidang sasis

Yamaha YZR M1 ,enteng melibas tikungan

Hal hal yang Masih berupa prototype:

Suspensi belakang manggunakan Shock ganda

Knalpot Termignoni berada di kolong buntut motor

EVOLUTION OF YAMAHA YZR

YZR5000

4 silinder inline 2 tak 500cc

YZR m1’s

4 silinder inline 4 tak DOHC 20 valve (5/silinder) 990cc

YZR M1

4 silinder inline 4 tak DOHC 16valve (4/silinder)990cc